I am Dressing Up

Thanks Allah, give me the way reaching my focus to be media practitioner. I am still walking to be good editor, a position that I’ve dreamt.  Regarding my responsibilities, I have to learn more and more, grit to keep on updating current issue. I know, I just cherish certain information, but my thought say that it is a part of focus my idea.

Now I’m reminiscing Alm. Ed Zoelverdi, my lecture who taught me how to be good writer especially how writes a view.  It is a key, expand the knowledge, and so I can moderate the problem appear. He coach to not grumble. He suggested me to submit mass media, but I didn’t have courage to do. After one semester passed, I tried, and more than ten articles published.  He is successful build self-motivation and self-confidence. Hereafter, I’m ‘dressing up’ immediately.

What kind of dress up? Allah,  I wanna to adapt what world needs, my strength, and passion, an important triangulation. I remember, last day, I found this quote written: talented people passed by people with less talent but more grit and persistence.  I ask by myself, am I talented? I don’t think. Am I persistence? It is difficult, but I can keep on trying.

I am dressing up, there are many tasks and duties that I have to do. A little handbook 2012, I will grab it all.

Continue Reading

Nasihat Diri

Keras terhadap diri sendiri, dan lemah lembut kepada oranglain. Hampirkan selalu doa-doa itu kepadaNya. Waktu memang terbatas, iya. Tenaga itu terkuras, pasti. Banyak orang mengalaminya, sukses menghadapinya. Apakah kamu diantaranya, Asri? Kedekatan kepadaNya tidak akan membuatmu lelah. Justru akan membuatmu kian kuat baik ruhi mu dan jasadmu. Ya Rahman, kepadaMu aku selalu merajuk, meminta, memohon. Berilah rahmatmu di segala aktivitasku…

You!

This slideshow requires JavaScript.

Cahaya Hatiku, Keluarga Tiara

This slideshow requires JavaScript.

 

 

Mengayuh Roda Kepemimpinan Jakarta

Bike’s analogy inspire these article, my latest view : MarketPlus, January 2012

Di tengah perbincangan calon pemimpin ibukota, kabar Prijanto yang mengundurkan diri dari Wakil Gubernur Jakarta menjadi sorotan jelang akhir tahun 2011. Di sela kenyataan tersebut, tampaknya kita memang terus mendambakan sosok pemimpin yang mampu memperbaiki kota metropolitan ini. Maju terus, atau mundur? Apakah pemimpin ksatria terus maju? Apakah orang yang mundur bukanlah pemimpin?

Tanggapan akan pertanyaan tersebut bisa jadi beragam. Namun, mundur atau maju, pada hakikatnya setiap orang adalah pemimpin, paling tidak untuk dirinya sendiri. Disini kita mencoba bagaimana mengayuh roda kepemimpinan diri dan lingkungan sekitar dengan mengambil filosofi bersepeda. Tentu saja sambil merefleksi perjalanan ibukota.

Sepeda, kendaraan sederhana ini memberikan makna. Ada roda yang terletak di depan dan belakang. Seperti itulah kiranya pemimpin, ia berada didepan karena dukungan orang di belakangnya.  Sebagaimana rantai yang ada di depan saling bersambung.  Jika salah satu roda mengalami gangguan, maka perjalanan menjadi terhambat.  Artinya, dukungan satu sama lain adalah upaya mencapai kepemimpinan yang hebat.

Lalu, bagaimana upaya pemimpin ibukota, dan dukungan masyarakatnya? Tentunya keduanya harus merefleksi diri. Marco Kusumawijaya, pemerhati masalah urban menuliskan gagasan mengenai radikalisasi Do it Yourself. Tidak bisa dipungkiri, birokrasi baik DPRD dan gubernur belum maksimal. Namun, banyak upaya yang dilakukan oleh masyarakat secara mandiri. Bilamana keduanya sinergi, maka kapasitas individual akan mendorong terciptanya perubahan yang lebih baik  secara kolektif.

Kini kita beralih mengamati  rem tangan di kiri serta tuas pengatur kecepatan  di kanan. Seorang  pemimpin, memang  dituntut untuk mengambil keputusan. Desire to lead . Kapan ia  pelan, mengayuh dengan penuh kekuatan, mengatur keseimbangan, dan memutuskan menahan kecepatan. Pemimpin harus menimbang, dan tahu konsekuensi bila menghentikan sementara, maupun melanjutkan perjalanannya.

Keputusan-keputusan pemimpin menangani permasalahan ibukota perlu berani dan tegas. Pada masa pemerintahan Ali Sadikin, masyarakat menghadapi tantangan berupa keterbatasan. Namun, ketegasan Ali membawa perubahan yang baik, misalnya karya Rencana Tata Ruang Kota (RTRK) Jakarta untuk periode 1965-1985. Beberapa kelompok menilai , Jakarta kini menuai kelimpahan sumber daya, dinamika pengetahuan,  namun kepemimpinan dan integritas belum mengalami kemajuan.

Selanjutnya, kita bisa menuai makna di kesederhanaan warna dan  fisik sepeda.  Pemimpin,  tak perlu mengedepankan hal bersifat simbolis. Sebagaimana sepeda, tak perlu ditambah pita, bendera, maupun cat warna-warni. Bisa jadi, tidak semua orang menyukainya. Artinya, cukuplah pemimpin bersinar dengan warna yang dimiliki, sementara biar orang yang akan menilainya. Bahwa sederhana adalah bahasa. Bahasa yang kelak semua orang mencintainya.

Merefleksi kesederhanaan fisik dan warna sepeda, maka sudah saatnya pemimpin menghapus kebiasaan yang mengedepankan program simbolis. APBD dibelanjakan untuk hal yang berdampak luas, berkualitas, dengan kontrol yang kuat.  Kita bisa lihat Surabaya, kota yang meraih predikat terbaik untuk pelayanan publik, Solo meraih penghargaan Pelopor Inovasi Pelayanan Prima. Hal inilah yang menjadikan masyarakat begitu mencintai pemimpinnya.

Kepemimpinan Gubernur DKI  saat ini kurang dari setahun lagi, tepatnya  pada bulan Oktober 2012. Jakarta masih tetap menjadi kebanggaan masyarakat nya, juga warga Indonesia yang selalu mengingat kota metropolitan ini sebagai ibukota negara. Jakarta adalah gerbang negeri nan raya ini. Semoga kepemimpinan yang kuat akan  terwujud , muncul pemimpin yang benar-benar melangkahkan kaki, turun ke jalan, dan selanjutnya mengayuh roda kepemimpinan Jakarta untuk negeri tercinta.

Pembuka Majalah BEYOND

Caring and Sharing

Tidak akan hilang ilmu dan harta yang kita bagi, melainkan kekayaan dan kebaikan sesudahnya. Tampaknya, nilai tersebut menjadi inspirasi bagi banyak orang yang meraih kesuksesan di kehidupannya.

Kisah perjalanan hidup Muhammad Yunus, peraih Nobel Perdamaian 2006 menjadi cerita yang sarat makna.  Yunus adalah seorang profesor ekonomi, akademisi sekaligus sebagai praktisi, dan aktivis kemerdekaan Bangladesh. Ia menciptakan perubahan besar dengan mendirikan Grameen Bank, sebuah microfinance yang menyelamatkan kehidupan jutaan kaum miskin.

Mulai tahun 1983, Grameen Bank digerakkan oleh mahasiswa yang menjadi sukarelawan. Mereka berjalan berkilo-kilo meter untuk menemui calon nasabah. Pinjaman diberikan dengan bunga yang kecil. Hal yang baru bagi rakyat Bangladesh  saat itu, dan kini telah membawa mereka di kehidupan yang lebih baik. Karya Yunus tersebut merupakan wujud kasih sayang dan perhatian, yang membawa semangat perdamaian.

Caring and Sharing, menjadi tema menyambut momen di penghujung tahun ini. Hal yang istimewa, karena di akhir tahun ini menjadi awalan bagi majalah BEYOND bersama pembaca.  BEYOND merupakan majalah persembahan PT BakrieLand Development yang menyajikan berita terkini dari Bakrieland, informasi bisnis, dan gaya hidup.

Upaya kami menyajikan informasi terbaik mengenai perkembangan bisnis bisa Anda baca dalam rubrik Market Review. Selanjutnya, cermati Investment Guide yang menjadi panduan Anda dalam berinvestasi. Bold Brain mengangkat sosok yang patut menjadi inspirasi karena integritas yang berpadu keberanian dan  kecerdasan. Rehat sejenak sembari perkaya pengetahuan Anda mengenai gaya hidup dalam artikel Body and Soul, Line and Look, Arts Attack, dan lainnya.

Sepanjang tahun 2011 telah kita ukir bersama dengan jejak kesuksesan maupun kegagalan yang bisa dijadikan pelajaran. Menjelang tahun 2012 mari kita kuatkan resolusi untuk membuat perubahan yang lebih baik.

BEYOND turut menjadi bagian dari perubahan karena menyumbangkan informasi bermanfaat untuk kualitas hidup Anda. Edisi perdana majalah BEYOND semoga menggugah semangat pembaca untuk Caring and Sharing, semangat menyambut tahun gemilang 2012.

Salam,

Editor

Pantai Selatan di Kampung Tercinta

Foto yang diambil saat bersama Papah  sambil berjalan-jalan. Percaya atau tidak, inilah pertama kalinya setelah 20 tahun saya menapak pantai Selatan, masuk Pulau Nusakambangan.

This slideshow requires JavaScript.

Katanya Mau ke Surga?

Setiap hari kita menemui rutinitas, dan tentu saja semua orang mengalami kondisi jenuh. Tuntutan orang lain begitu banyak. Hampir-hampir kita tidak bisa membedakan, apakah itu bermakna buat diri kita. Ada satu kalimat yang menjadi penguat hari ini : Katanya Mau ke Surga?

Have you Prepared..?

The Prophet (pbuh) said: “The entire world is full of resources, and among them the best resource is a righteous wife”

(Reported by: Abdullah ibn Amr (r) Source: Sahih Muslim)

The most complete believer is the best in character, and the best of you is the Best to his womenfolk

(Tirmidhi 1162 and verified)

Forgiveness

The weak can never forgive. Forgiveness is the attribute
of the strong. (Mohandas K. Gandhi)